Share This Article
Perjalanan Hajrian Al Fahri untuk menjajaki dunia kepenulisan tak selalu berjalan mulus. Di bangku sekolah, di saat sebagian anak menikmati masa remaja tanpa beban, Hajrian justru harus menghadapi badai perundungan (bullying).
(NOTIS.id): Alih-alih terpuruk dalam rasa sakit dan cemoohan, ia menjadikan pena dan kertas sebagai ruang perlindungan serta benteng pertahanan terbaiknya. Dari sanalah emosi, luka, dan isi kepalanya dituangkan menjadi bait-bait kata dan membentuk karakternya.
Sebagai ganjaran atas konsistensinya menulis, sederet penghargaan pun singgah menghampiri Hajrian.
Tidak berhenti pada pencapaian pribadi, Hajrian lantas mendirikan Komunitas Penulis Sekolah (KPS) Pena Muda Berkarya di sekolahnya, SMAN 1 Padang Cermin.

“Tujuannya untuk memberi wadah kawan-kawan yang memiliki minat sama di literasi,” kata Hajrian, Sabtu (7/11/2026).
KPS juga, imbuhnya, mencoba memantik rasa penasaran agar rekan-rekannya gemar membaca karya teman sendiri. Beberapa lomba cerpen pun pernah digelar untuk menumbuhkan semangat menulis.
“Harapannya, ada dukungan dari orang-orang di sekitar agar visi ini bisa terus berkelanjutan,” ungkap Hajrian.
Di tengah aktivitasnya tersebut, Hajrian telah menghasilkan beberapa novel, di antaranya Hancur dalam Pelukan Gila (Penerbit Ebiz), Dunia Lain Milik Allena (Mumtaz Publisher), dan Izinkan Aku Membencimu (Mumtaz Publisher).(*)

