Share This Article
Pesisir Kecamatan Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur menyimpan potensi wisata baru. Kawasan ini menawarkan lanskap pantai dengan ombak tenang yang terintegrasi langsung dengan pelestarian lingkungan.
(NOTIS.id): Tiga destinasi utama yang ramah dikunjungi saat liburan maupun hari biasa adalah Pantai Mutiara Baru, Pantai Kerang Mas, dan Pantai Cemara Indah.
Pantai Mutiara Baru di Desa Karya Makmur menyuguhkan panorama garis pantai yang berlanjut ke benteng alami hutan mangrove. Pengunjung dapat menyusuri jalur di antara akar mangrove yang tumbuh rapat.
Kawasan mangrove ini merupakan buah kesadaran warga yang dulu menghadapi ancaman abrasi pantai.
“Kami menanam mangrove dan cemara sedikit demi sedikit untuk menyelamatkan lingkungan sekaligus membuka ruang edukasi,” kata warga setempat.
Komunitas lokal dan relawan juga rutin menggelar aksi penanaman bersama pengunjung.
Sementara itu, Pantai Kerang Mas di Desa Muara Gading Mas menjadi pilihan terfavorit bagi keluarga. Garis pantainya lebar dan landai sehingga aman untuk anak-anak bermain air.
Pasir yang padat memudahkan beragam aktivitas seperti jalan santai hingga bermain kendaraan ATV. Pada akhir pekan, pengunjung disuguhi pertunjukan musik lokal di panggung hiburan tepi pantai.
Pantai Kerang Mas tumbuh secara organik dari usaha mandiri masyarakat tanpa investasi skala besar. Gazebo, warung makan, dan area parkir dibangun langsung oleh warga sekitar.
Bagi pengunjung yang mencari suasana teduh, Pantai Cemara Indah di Desa Bandar Negeri menyajikan pemandangan berbeda. Ribuan pohon cemara laut dan ketapang tumbuh rapat membentuk deretan lorong hijau.
Naungan pepohonan membuat udara di sekitar pantai terasa sejuk. Pengunjung memanfaatkan area ini untuk piknik, membaca, hingga mendirikan tenda di camping ground alami.
Secara ekologis, keberadaan pohon cemara laut ampuh menahan hembusan angin laut, menekan tingkat abrasi, dan menjaga struktur pasir.
Labuhan Maringgai membuktikan bahwa pesisir dapat bertransformasi dari kawasan rawan lingkungan menjadi destinasi bernilai tanpa kehilangan jati dirinya.(Sumber: publikasilampung)

