Perjalanan Hajrian Al Fahri untuk menjajaki dunia kepenulisan tak selalu berjalan mulus. Di bangku sekolah, di saat sebagian anak menikmati masa remaja tanpa beban, Hajrian justru harus menghadapi badai perundungan (bullying).
(NOTIS.id): Alih-alih terpuruk dalam rasa sakit dan cemoohan, ia menjadikan pena dan kertas sebagai ruang perlindungan serta benteng pertahanan terbaiknya. Dari sanalah…