Share This Article
Terkadang, ada seseorang yang kehadirannya membuat kita ingin merasa lebih baik.
(NOTIS.id): Halo sahabat literasi! Perkenalkan, namaku Muhammad Al-Hafidzi (ig : @zziee__). Seorang siswa dari SMAIT ANQORDHOVA, Bandar Lampung.
Sebenarnya, aku juga menyandang nama “Santri” di SMA An-Nuur Al-Madani (SMAIT ANQORDHOVA itu sekolah induk kami), dan cerita di dalam novelku itu adalah kisahku yang tak akan pernah kulupakan.
Ya, aku mengaku saja, hampir semua cerita yang tertera di sana, aku mengubahnya. Namun tentu mengubah tanpa merusak moral tentang hal yang hendak kusampaikan kepada pembaca.
Buatku, menulis cerita itu bukanlah hal yang sederhana. Beberapa kali aku harus berpikir, supaya cerita yang kutulis bisa dipahami oleh orang yang hendak membacanya.
Aku harus tega merubah cerita, mengubah kata-kata harian, dan bahkan menghapus beberapa draf, hanya demi membuat pembaca mengerti dengan tulisanku.
Pada buku yang terbit di 1 Juni 2026 ini, aku menulis kisah seseorang bernama Ali. Seorang Pelajar biasa-biasa saja. Ya, itu memang tokoh utamanya. Namun, sebenarnya aku ingin mengabadikan seorang manusia yang membuatku ingin selalu merasa lebih baik lagi.

Di novel, aku menyebutnya dengan nama Rahil. Kalian tahu? Rahil ini ada tokoh aslinya loh!
Dia adalah sosok yang menjadi judul novel ini “Tak Kurang, Tak Lebih”. Namun, ini bukan cerita seperti “Just Friend” yang merajalela di luar sana. Hal ini bukan tanpa alasan.
Rahil adalah seorang Ustadzah yang mengajar di pondok pesantren Ali menuntut ilmu. Namun karena kebaikan yang sering diberikan Rahil kepada Ali, dikemudian hari, tepatnya saat Ali pindah dari pesantrennya, dia mulai menyukai Rahil.
“Ah, ceritanya gak bener nih” Sungguh, aku tidak sama sekali mengotori nama baik pondok pesantren, apalagi cerita ini berlatar belakang soal murid yang mulai menyukai gurunya.
Namun, satu alasan aku menulis cerita ini, adalah karena aku ingin mengabadikan nama orang baik seperti Rahil. Soal suka-suka itu… ah, jangan dianggap serius. Aku menulis karena ingin membalas budi kebaikan wanita itu.
“Siapa nama asli tokoh Rahil itu?”
Aku telah menuliskan namanya besar sekali di cetakan buku, halaman paling pertama. Namanya adalah : Fayyaza Fakhrun Nisa. Kalian kenal? Wah rugi jika tidak, dia orangnya baik banget tau. Kalian bisa mengenalinya lewat cerita di bukuku.(*)

