Share This Article
Menjadi guru berarti terus belajar, karena guru merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
(NOTIS.id): Untuk itu pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan inspirasi dan keteladanan bagi murid.
Semangat tersebut menjadi pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam momentum Bulan Guru Nasional 2026, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam belajar, menginspirasi, dan terus mengembangkan diri. Sebab, guru yang terus bertumbuh akan membuka lebih banyak kesempatan bagi murid untuk berkembang.
Kemendikdasmen terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang, mulai dari penguatan pendekatan mengajar dan pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kesejahteraan psikologis guru.
Pelatihan guru juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Belajar dari Pelatihan, Bertumbuh di Ruang Kelas
Manfaat program peningkatan kompetensi tersebut dirasakan langsung oleh para guru yang mengikuti berbagai pelatihan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).
Pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka perspektif baru dan mendorong perubahan dalam praktik pembelajaran di kelas.
Guru terdorong untuk lebih kreatif memanfaatkan teknologi guna menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Misalnya dengan memadukan Pembelajaran Mendalam dengan platform Ruang Murid pada Rumah Pendidikan.
Salah satu materi pelatihan yakni reframing yang mengubah cara pandang terhadap pengalaman negatif menjadi lebih positif. Misalkan dengan menerapkannya kepada murid untuk memahami bahwa bukan tidak bisa, tetapi belum bisa.
Dengan pola pendekatan demikian diharapkan murid lebih berani menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah. (Sumber: Kemendikdasmen)

