Share This Article
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merancang pengembalian skema penjurusan IPA, IPS, serta Bahasa untuk tingkat SMA pada tahun ajaran 2027/2028.
(NOTIS.id): Kebijakan ini diambil guna memperkuat fondasi akademik para siswa sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa opsi menghadirkan jurusan baru di luar tiga kelompok konvensional tersebut tetap terbuka lebar.
Langkah pembaruan struktur ini bakal disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan cabang keilmuan terkini.
“Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan, IPA, IPS, dan juga bahasa. Mungkin nanti ada modifikasi-modifikasi tertentu,” kata Abdul Mu’ti, seperti dikutip dari detikedu, Kamis (5/11/2026).
Kebutuhan penyiapan kompetensi dasar calon mahasiswa menjadi latar belakang utama di baliknya. Evaluasi internal menunjukkan tingkat pemahaman fondasi ilmu para lulusan SMA saat ini masih di bawah standar harapan pihak kampus.
“Selama ini perguruan tinggi merasa foundational knowledge bagi para mahasiswa baru itu memang rata-rata di bawah yang kita harapkan,” terang Mu’ti.
“Oleh karena itu, dengan dibukanya kembali jurusan, kami tentu saja berharap agar para murid memiliki basis knowledge yang lebih baik, sehingga ketika mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi akan lebih siap lagi sesuai dengan bidang keilmuannya,” imbuhnya.
Variasi Jurusan Baru
Kementerian memanfaatkan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen pemandu agar para siswa dapat mengenali minat serta orientasi studi secara presisi.
“Karena tes TKA itu, selain ada mata pelajaran yang wajib, juga ada mata pelajaran pilihan yang oleh para murid menjadi pilihan untuk orientasi mereka melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi,” jelas Mu’ti.
Saat ini rektor perguruan tinggi negeri telah menjadikan hasil TKA sebagai syarat wajib pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi. Pemerintah mendorong agar kampus swasta turut memanfaatkan skema penilaian ini dalam menyaring calon mahasiswa baru.
“Tes Kemampuan Akademik oleh para rektor perguruan tinggi negeri, mudah-mudahan juga swasta termasuk di dalamnya, menjadi salah satu aspek dalam penerimaan mahasiswa baru jalur nontes. Selain itu, mereka yang tidak diterima lewat nontes juga bisa menjadi salah satu komponen dalam penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi,” kata Mu’ti.(*)

