Share This Article
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyusuri rute trekking sepanjang 6 kilometer di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Penjelajahan rute Hutan Kemiri menuju Batu Lapis di kaki Gunung Betung ini berlangsung mulai pukul 06.30 WIB di luar agenda resmi dinas.
(NOTIS.id): Sekretaris Daerah, Marindo Kurniawan, bersama sejumlah kawan dekat mendampingi perjalanan tersebut. Dua pengurus Kelompok Sadar Wisata Desa Sumber Agung, Ubay dan Darma, bertindak sebagai pemandu jalur.
Di sela penjelajahan, Gubernur menekankan pentingnya variasi destinasi agar pariwisata Lampung tidak hanya bertumpu pada pesisir pantai. Ekowisata hutan di pinggiran Kota Bandar Lampung menjadi opsi strategis untuk memikat pelancong agar tidak cepat berkemas pulang.

“Kunci pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata itu ada dua, yakni berapa lama wisatawan bertahan di Lampung dan berapa banyak transaksi belanja yang mereka keluarkan. Wisata hutan di pinggiran Kota Bandar Lampung ini menjadi pilihan alternatif yang sangat efisien secara waktu namun kaya pengalaman,” terangnya, Selasa (13 Oktober 2026) pagi.
Rantai Pasok Lokal
Gubernur Mirza mengatakan pilihan wisata yang beragam dinilai memberi alasan kuat bagi pengunjung untuk memperpanjang durasi liburan. Imbasnya langsung terasa pada perputaran uang masyarakat lokal, mulai dari jasa pemandu, penginapan, kuliner, hingga produk UMKM olahan hutan.
“Kita ingin wisatawan tidak sekadar melintas atau berkunjung singkat, tapi menginap lebih lama dan membelanjakan uangnya lebih banyak di Lampung. Potensi rantai pasok lokalnya sangat besar,” tambahnya.

Minat kunjungan ke kawasan ini tercatat cukup tinggi. Ketua Pokdarwis Desa Sumber Agung, Ubay, menyebutkan pihak pengelola melayani sekitar 100 wisatawan tiap akhir pekan. Para pelancong terbagi dalam 6 hingga 8 kelompok, datang dari Lampung, Sumatera Selatan, hingga Jabodetabek.
Aktivitas jelajah alam berdurasi 3 hingga 5 jam ini menjadi sarana Gubernur menjaga kebugaran fisik. Ia melahap jalur tanjakan dengan ritme jalan cepat sambil menikmati keheningan area Hutan Kemiri. (Penulis Yopie Pangkey/Publikasi Lampung.id)

