Share This Article
Indonesia mencatatkan sejarah baru sebagai negara asing pertama yang memiliki properti di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi.
(Notis.id): Kepastian ini diperoleh setelah badan pengelola kekayaan negara (Danantara) merampungkan akuisisi senilai 2 miliar riyal Saudi atau setara dengan Rp9,6 triliun.
Langkah strategis tersebut mengakhiri ketergantungan Indonesia pada akomodasi musiman bagi jemaah haji dan umrah.
Diketahui Indonesia memegang kuota haji terbesar di dunia dengan 203.320 kuota reguler untuk 2026, sementara sekitar 1,5 juta warga Indonesia menunaikan ibadah umrah setiap tahunnya.
Hotel Novotel Thakher Makkah yang dibeli Danantara berdiri di atas kawasan seluas 320 ribu meter persegi dan berlokasi hanya 1,2 kilometer di sebelah utara Masjidil Haram.
Hotel berkapasitas 1.461 kamar dengan tiga menara setinggi 19 lantai ini nantinya mampu menampung sekitar 4.400 jemaah haji setiap musimnya.
Transaksi besar ini dapat terwujud berkat pemberlakuan Undang-Undang Kepemilikan Real Estate oleh Non-Saudi pada Januari 2026.
Regulasi tersebut sekaligus menopang target Kerajaan Arab Saudi untuk menampung 30 juta jemaah umrah setiap tahun pada 2030, melonjak dari 8,5 juta jemaah pada 2019.
Langkah Awal Pengembangan
CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyambut antusias kehadiran negara asing pertama di kawasan pengembangan yang dipimpinnya.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Menyambut negara asing pertama yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah,” ujar Faisal Shaker, dikutip dari Rol, Kamis (22 Oktober 2026).
Faisal menjelaskan bahwa proses transaksi tuntas dalam waktu sepuluh bulan sejak penandatanganan hingga penerbitan sertifikat kepemilikan.
“Sebagai pengembang, Thakher Development merancang peluang investasi untuk kemitraan berskala besar seperti ini. Kami bangga dapat menuntaskan transaksi ini dari penandatanganan hingga penerbitan sertifikat kepemilikan hanya dalam waktu sepuluh bulan,” kata Faisal menambahkan.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan kesepakatan ini menjadi landasan kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi bilateral dengan Arab Saudi.
“Secara lebih luas, ini menandai dimulainya kemitraan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah, serta sektor-sektor lain yang menciptakan nilai tambah bersama bagi kedua negara,” kata Rosan.
Operasional hotel tersebut tetap dipegang oleh Accor. Ke depan, Danantara langsung menyiapkan tahap lanjutan dengan mengembangkan 14 kavling lahan seluas 44.088 meter persegi di sekitar lokasi.
Pengembangan lanjutan itu mencakup pembangunan hotel baru yang menyediakan sekitar 6.000 kamar tambahan serta pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai ritel. Total nilai investasi lanjutan ini diprediksi menelan dana lebih dari 2 miliar riyal Saudi.(*)

