Share This Article
Raffarizq Darrel Syafiq Mulyana, santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Darut Taufiq ini, meraih juara 1 cabang 5 juz dan tilawah pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Bandar Lampung, baru-baru ini.
(Notis.id): Sejak kecil orang tuanya sudah membekali dan memfasilitasi Darell untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan les privat di rumahnya. Darell yang kini berusia 15 tahun, melanjutkan pengembaraan ilmunya ke PPTQ Darut Taufiq.
Sejak lulus Sekolah Dasar pada usia 12 tahun, ia mengaku awalnya tidak memiliki niat untuk mondok. Keputusan tersebut merupakan anjuran kedua orang tuanya agar kelak ia bisa membahagiakan mereka dan membawa orang tua ke surga melalui hafalan Al-Qur’an.
“Masuk pondok buat ngelanjutin hafalan dan didorong sama orang tua juga, biar bisa membanggakan dan membahagiakan orang tua di surga kelak,” ungkap Darrel saat ditemui di PPTQ Darut Taufiq, Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (22 Oktober 2026).
Sebelum meraih juara pertama pada 2026 ini, Darrel sebelumnya pernah mengikuti ajang MTQ tingkat Kota Bandar Lampung pada tahun lalu untuk cabang lomba 1 juz dan berhasil meraih juara 3. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan baginya untuk terus mengasah kemampuan. Hingga akhirnya sukses naik tingkat menjadi juara pertama di cabang 5 juz dan tilawah.
Selama menjalani masa pendidikannya di pondok, Darrel sempat merasakan titik jenuh hingga memiliki keinginan untuk menyerah dan ke luar dari pesantren.
“Sempat mau keluar dari pondok, pengen berhenti,” ungkapnya menceritakan momen berat ketika rasa jenuh melanda hafalannya.
Namun, sekali lagi berkat dorongan semangat, nasihat, serta doa yang tidak terputus dari orang tua, guru-guru, dan teman-teman, niat tersebut berhasil ia tepis.
“Tapi dari orang tua sama guru-guru, ngingetin ‘ini udah setengah jalan, sayang kalau gak dilanjutin’. Karena dapat paksaan, mungkin karena hatinya juga belum terlalu plong, jadi dicoba lagi. Untungnya setelah dicoba lagi, sampai sekarang makin plong hatinya, makin legowo dan akhirnya bisa bertahan,” ujar Darrel.
Mengasah Olah Vokal
Dalam perjalanannya menuju panggung MTQ tingkat kota, selain mendapat dukungan dari orang-orang terdekat, Darrel juga menghadapi tantangan berupa rasa gugup saat melihat kemampuan peserta lain.
Sebab dalam pandangannya mereka terlihat memiliki hafalan dan kualitas suara jauh di atasnya, serta hambatan fisik berupa pita suara yang sering serak akibat latihan vokal.
Kini, ia tengah fokus menyiapkan diri untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Lampung. Dalam persiapannya, Darrel melakukan latihan rutin dengan menargetkan membaca dan mengulang hafalan 5 juz sebanyak empat kali pengulangan dalam sehari.
Selain itu, ia juga rutin berjogging sejauh kurang lebih 5 kilometer setiap pagi untuk melatih pernapasan serta melatih vokal. Pola latihan ini tak terlepas dari pembinaan Ustaz Rizal Taufiq selaku pengasuh pondoknya.
Tak lupa Darrel juga mengamalkan amalan khusus seperti salat tahajud, hajat, dan duha sebelum lomba, serta senantiasa bertawakal kepada Allah. Hal ini menjadikannya lebih ikhlas dalam menjalani setiap proses pembelajaran.(*)

